Motivation Letter (Memahami, Menerima, dan Menyayangi Diri Sendiri)

 M. FAKHRI RAHADI

205150400111040

FAKULTAS ILMU KOMPUTER

SISTEM INFORMASI


Motivation Letter (Memahami, Menerima, dan Menyayangi Diri Sendiri)

 

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

            Halo teman-teman pembaca blog saya, perkenalkan nama saya M. Fakhri Rahadi, biasa dipanggil Fakhri. Lahir di Bekasi pada bulan April tahun 2001. Saya adalah mahasiswa baru Universitas Brawijaya, Fakultas Ilmu Komputer, program studi Sistem Informasi. Hal tentang saya, yaitu saya orangnya tidak terlalu suka untuk stand out atau bisa dibilang lebih suka berbaur terhadap lingkungan sekitar.

            Membicarakan tentang diri kita sendiri, menurut saya sangat penting untuk bisa memahami, menerima, dan menyayangi diri sendiri. Tentunya saya yakin banyak dari kita belum mengetahui cara untuk memahami, menerima, serta menyayangi diri sendiri. Menurut data World Health Organization (WHO), terdapat 800.000 kasus bunuh diri setiap tahun. Hal ini berarti bahwa masih banyak orang yang belum bisa memahami, menerima, serta menyayangi diri sendiri. Kira-kira bagaimana sih cara agar kita bisa memahami, menerima, serta menyayangi diri sendiri? Yuk kita simak pembahasannya.

            Penuhi kebutuhan diri sendiri dengan baik. Langkah pertama untuk mulai bersahabat dengan diri kita sendiri adalah dengan memperhatikan kebutuhan kita, yaitu fisik, rohani, psikis, dan mental kita. Misanya dengan mengetahui bahwa kita harus minum air yang cukup, yaitu dua liter per hari, tidur cukup 7—8 jam per hari, makan tiga kali sehari, olahraga, hingga meluangkan waktu untuk meredakan stres dan beribadah. Namun, jangan cuma diperhatikan. Semua kebutuhan ini harus dipenuhi dengan cara-cara yang sehat. Misalnya, dengan memastikan menu makanan sehat, mulai berkomitmen untuk olahraga kecil-kecilan, hingga menjadwalkan waktu tidur dan juga tidak membiasakan begadang.

            Menerima diri sendiri. Menjalin hubungan baik dengan diri sendiri bisa dimulai dengan menerima diri sendiri apa adanya, termasuk kekurangan dan kelebihan yang kita miliki. Rasa percaya diri akan muncul ketika kita memiliki pandangan yang baik terhadap kepribadian diri. Ingatkan diri sendiri bahwa keindahan yang sebenarnya tidak terlihat dari penampilan luar saja. Ketika kita merasa nyaman dengan diri sendiri, kita akan percaya dan berpikir bahwa keindahan tidak berkaitan dengan paras yang elok, tetapi berkaitan dengan hati dan pikiran. Bila tidak bisa melakukannya sendiri, kita bisa mencoba untuk curhat dan berbagi dengan sahabat, keluarga, atau bahkan ke psikolog.

            Bergaul dengan orang-orang yang positif. Salah satu cara menjalin hubungan diri sendiri yang baik dan sehat adalah mengelilingi diri sendiri dengan orang-orang yang menyayangi kita. Berkumpul dengan orang-orang yang positif, penyayang, dan penuh cinta bisa menjadi sebuah keuntungan. Kita bisa terbawa suasana dan kebiasaan yang positif. Hal ini bisa membuat kita jadi lebih baik. Jadi tinggalin aja tuh temen-temen kamu yang toxic karena hal ini bisa mengganggu kesehatan mental kamu juga.

            Kurangi mengosumsi berita-berita negatif. Rasa keingintahuan yang mendalam kadang membawa kita pada sumber negatif, salah satunya yang popular sekarang ini bisa didapatkan lewat media sosial, atau bahkan televisi. Mengonsumsi berita-berita kebencian, kejahatan atau kekerasan bisa membuat kita terbebani, merasa takut dan akhirnya membuat diri sendiri overthinking. Oleh karena itu, cobalah untuk membatasi berita-berita negatif, apalagi yang kurang penting, yang bisa membuat kita berpikira negatif terus menerus. Buatlah jadwal untuk mengisi waktu luang dengan kegiatan-kegiatan yang produktif maka kita bisa terhindar dari mengonsumsi berita-berita negatif.

            Sekian cara memahami, menerima, dan menyayangi diri sendiri versi saya. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Comments