PENTINGNYA KESEHATAN MENTAL

M. Fakhri Rahadi

205150400111040

Fakultas Ilmu Komputer

Sistem Informasi

PENTINGNYA KESEHATAN MENTAL

 

Banyak orang berpikir bahwa orang yang sehat adalah yang jarang sakit secara fisik. Namun, perlu kita ketahui bahwa orang yang sehat adalah orang yang sehat dari kedua aspek, yaitu jasmani dan rohani. Seperti yang dikatakan oleh pepatah “di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat.”

Kesehatan mental yang baik adalah kondisi ketika batin kita berada dalam keadaan tenteram dan tenang sehingga memungkinkan kita untuk menikmati kehidupan sehari-hari dan bisa menghargai orang lain di sekitar. Apabila kesehatan mental seseorang terganggu, ia akan mengalami gangguan suasana hati, kemampuan berpikir, serta kendali emosi yang dapat mengarah pada perilaku buruk. Ada berbagai contoh gangguan kesehatan mental seperti stress, depresi, dan lain-lain. Perlu kita sadari bahwa kesehatan mental menjadi sebuah kebutuhan yang harus disadari oleh semua aspek masyarakat.

Di Indonesia, tingkat rasio bunuh diri mencapai 1,6 sampai 1,8 orang untuk setiap 100.000 penduduk pada 2001. Pada tahun 2005 mengalami kenaikan, rasio bunuh diri di Indonesia mencapai 11,4 orang per 100.000 penduduk. Sementara itu pada 2012, rasio bunuh diri menurun menjadi 4,3 orang per 100.000 penduduk dan tergolong rendah di antara negara ASEAN lainnya. Menariknya, Indonesia merupakan satu-satunya negara di ASEAN yang tingkat bunuh diri tertingginya adalah perempuan, dengan rincian laki-laki sebesar 3,7 orang per 100.000 penduduk dan perempuan 4,9 orang per 100.000 penduduk.

Sumber : Tirto.id



Gangguan kesehatan mental seringkali dinilai sebagai bentuk kurangnya iman atau karena kerasukan setan. Masyarakat cenderung kurang, atau bahkan tidak peduli, dengan mental illness. Masyarakat masih beranggapan bahwa orang yang terkena gangguan mental dinilai sebagai orang yang tidak waras atau gila. Banyak orang takut harus menanggung hukuman sosial atau stigma yang diberikan masyarakat Indonesia kepada penderita gangguan mental karena beberapa orang menganggap pembicaraan tentang kesehatan mental sungguh memalukan atau tabu untuk dibicarakan sehingga kebanyakan penderita memilih tidak membeberkan masalah kejiwaan kepada keluarga terdekat.

Penyebab kesehatan mental beragam, baik dari faktor internal maupun eksternal. Beberapa penyakit mental yang terjadi karena masalah eksternal bisa juga terjadi karena ada kelainan pada otak atau sistem saraf seseorang. Sering kali, gejala gangguan mental muncul tanpa disadari oleh penderita maupun lingkungan sekitarnya.

Apabila seseorang sudah mempunyai masalah mental, yang mereka bisa lakukan hanyalah mencari tahu bagaimana membuat keadaan mental mereka stabil. Selain itu, dari diri kita pun dapat membantu sesama dengan cara yang sederhana. Dengan cukup bicara kalau ada masalah dan mendengarkan orang lain yang mencurahkan isi hati dan pikiran atau bebannya kepada kita. Dengan mendengarkan dan menjadi tempat yang nyaman bagi mereka saat ingin bercerita, kita dapat menyadari bahwa orang tersebut butuh bantuan. Hal ini merupakan salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk membantu orang-orang yang memiliki gangguan kesehatan mental. Sama halnya dengan diri kita sendiri, jika kita merasa telah mengalami sebuah tekanan dari sisi psikologis kita atau merasa ada beban pikiran yang sangat berat, usahakan jangan ragu untuk bercerita.

Dengan memahami bahwa menjaga kesehatan mental -- baik diri sendiri maupun orang lain -- itu sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik, kita akan semakin memahami dan menghargai orang lain dengan segala kekurangan dan masalah di dalam dirinya. Kita juga semakin mengerti apa yang mereka rasakan dan memahami apa yang bisa kita lakukan untuk membantunya.


Comments